Panduan Shalat Berbaring
Tata cara shalat untuk pasien yang harus berbaring karena sakit parah
Diperbarui: 15 Januari 2024
Shalat dengan Cara Berbaring
Bagi pasien yang tidak mampu duduk maupun berdiri karena sakit parah, Islam tetap memberikan kemudahan untuk melaksanakan shalat dengan cara berbaring.
Dalil tentang Shalat Berbaring
“Shalatlah kamu berdiri. Jika tidak sanggup, maka duduklah. Jika masih tidak sanggup, maka berbaringlah.” (HR. Bukhari)
Imam Malik rahimahullah berkata: “Saya melihat orang-orang di Madinah pada zaman Nabi SAW dan sesudahnya, jika mereka sakit dan tidak bisa berdiri, mereka shalat duduk. Dan jika tidak bisa duduk, mereka shalat berbaring di atas sisi sebelah kanan menghadap kiblat.”
Syarat Boleh Shalat Berbaring
Shalat berbaring diperbolehkan jika:
- Tidak mampu berdiri maupun duduk karena sakit parah
- Sakit bertambah parah jika dipaksakan duduk atau berdiri
- Khawatir terjadi sesuatu yang berbahaya jika dipaksakan
Posisi Berbaring yang Disunnahkan
Posisi 1: Miring ke Kanan (Utama)
Ini adalah posisi yang paling utama saat shalat berbaring.
Cara melakukannya:
- Berbaring miring di atas sisi kanan
- Hadapkan wajah dan dada ke arah kiblat
- Bisa menggunakan bantal untuk penyangga
- Kaki bisa dilipat atau lurus sesuai kenyamanan
- Pandangan diarahkan ke tempat sujud (jika bisa)
Posisi 2: Miring ke Kiri
Jika tidak mampu miring ke kanan karena kondisi medis (misalnya ada infus atau luka), boleh miring ke kiri.
Tetap usahakan menghadap kiblat sebaik mungkin.
Posisi 3: Terlentang
Jika hanya bisa terlentang:
- Kaki diangkatkan menghadap kiblat
- Kepala sedikit ditelungkupkan ke arah kiblat (jika mampu)
- Atau cukup menghadap kiblat dengan isyarat mata
Tata Cara Shalat Berbaring
1. Niat
Mulailah dengan niat di hati untuk shalat yang akan dikerjakan.
Contoh: “Ushalli fardhal-‘ishri rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala” (Aku berniat shalat fardhu Isya dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala).
2. Takbiratul Ihram
Angkat tangan setinggi bahu (jika mampu) atau cukup dengan isyarat, sambil mengucapkan:
“Allahu Akbar”
3. Membaca Al-Fatihah dan Surat
Bacalah Al-Fatihah dan surat pendek sambil berbaring.
Jika tidak mampu membaca dengan suara, boleh membaca dalam hati.
4. Ruku’ (Istyara)
Ruku’ saat berbaring dilakukan dengan isyarat (tanda):
- Tundukkan kepala sedikit untuk ruku’
- Baca “Subhana Rabbiyal ‘Azim” (3x)
- Lalu angkat kembali kepala (i’tidal)
5. Sujud (Istihara)
Sujud saat berbaring juga dengan isyarat:
- Tundukkan kepala lebih dalam dari saat ruku’ sampai mendekati bantal
- Baca “Subhana Rabbiyal A’la” (3x)
- Lalu angkat kembali kepala
6. Duduk (Jika Mampu)
Jika mampu duduk sebentar untuk tasyahud awal/akhir, lakukanlah. Jika tidak, cukup dengan isyarat kepala.
Urutan Lengkap Shalat Berbaring (2 Rakaat)
Berikut urutan shalat 2 rakaat saat berbaring:
| Gerakan | Cara Melakukan |
|---|---|
| Takbiratul Ihram | Angkat tangan / isyarat |
| Membaca Al-Fatihah | Sambil berbaring |
| Membaca Surat | Sambil berbaring |
| Ruku’ | Tunduk sedikit (isyarat) |
| Bangkit (I’tidal) | Angkat kepala |
| Sujud | Tunduk lebih dalam (isyarat) |
| Duduk antara sujud | Jika mampu, atau isyarat |
| Sujud kedua | Sama seperti sujud pertama |
| Duduk tasyahud akhir | Jika mampu, atau isyarat |
| Salam | Hadap kanan lalu kiri (jika mampu) |
Hal-Hal Penting
Menghadap Kiblat
Usahakan semaksimal mungkin menghadap kiblat:
- Berbaring miring ke kanan/kiri sambil menghadap kiblat
- Jika tidak mampu, hadapkan kaki ke arah kiblat
- Jika masih tidak mampu, hadapkan wajah ke kiblat sebatas kemampuan
Aurat dan Suci
- Aurat harus tertutup seluruhnya
- Bebas dari hadats besar dan kecil
- Tempat berbaring harus suci dari najis
- Pakaian dan sprei harus suci
Shalat di Rumah Sakit
Khusus bagi pasien di rumah sakit:
- Pastikan sprei dan tempat tidur suci
- Gunakan mukena atau kain khusus untuk menutup aurat
- Lapaskan infus sementara jika tidak berbahaya
- Bisa gunakan bilik khusus jika tersedia
- Mohon bantu perawat jika membutuhkan bantuan
Rekomendasi Produk
Produk berikut dapat membantu memudahkan ibadah Anda:
* Pembelian melalui link di atas membantu operasional Afiat Indonesia
Tips untuk Pasien yang Berbaring
- Gunakan bantal untuk kenyamanan dan memudahkan menghadap kiblat
- Gunakan mukena pasien yang mudah dipakai saat berbaring
- Siapkan cadangan kain suci jika area sekitar najis
- Shalat tepat waktu sebaik mungkin
- Berdoa untuk kesembuhan setelah shalat
Doa Kesembuhan
Berikut doa yang dianjurkan dibaca setelah shalat:
“La ilaha illa Allahul Halimul Karim, La ilaha illa Allahul Rabbul ‘Arsyil ‘Azim, La ilaha illa Allahu Rabbus samawati wa rabbul ardi wa rabbul ‘arsyil karim.”
Artinya: “Tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Penyantun dan Maha Mulia. Tidak ada tuhan selain Allah Tuhan Arsy yang Agung. Tidak ada tuhan selain Allah Tuhan langit dan Tuhan bumi dan Tuhan Arsy yang mulia.”
Dukung Afiat Indonesia
Jika panduan ini bermanfaat, mari berbagi kebaikan dengan berinfaq untuk operasional dan penyebaran ilmu.
Berikan Infaq"Harta tidak akan berkurang karena sedekah" - HR. Muslim