Panduan Shalat dengan Infus
Cara shalat, wudhu, dan tayamum bagi pasien yang terpasang infus
Diperbarui: 15 Januari 2024
Shalat dengan Terpasang Infus
Pasien yang terpasang infus seringkali bingung tentang cara berwudhu dan shalat. Panduan ini akan menjelaskan tata cara ibadah yang sesuai syariat bagi pasien dengan infus.
Keringanan dalam Islam
Allah SWT berfirman:
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 286)
Rasulullah SAW bersabda:
“Shalatlah kamu dalam keadaan berdiri. Jika tidak sanggup, maka duduklah. Jika tidak sanggup, maka berbaringlah.” (HR. Bukhari)
Wudhu dengan Infus
Masalah: Bolehkah Berwudhu dengan Infus?
Jawab: Boleh, dengan syarat:
- Infus tidak menghalangi air mencuci anggota wudhu
- Air tidak merusak atau mengganggu infus
- Meminta izin dokter jika ada kekhawatiran
Cara Wudhu dengan Infus
Jika Infus di Tangan Kanan
- Basuh tangan kanan sampai batas yang tidak mengenai infus
- Usahakan basuh semaksimal mungkin hingga tidak ada bahagian yang ketinggalan
- Lapaskan infus sementara jika izin dokter dan memungkinkan
- Urutkan tangan dengan tangan kiri setelah wudhu (jika bisa)
Jika Tidak Boleh Terkena Air Sama Sekali
Jika dokter melarang bagian infus terkena air:
- Bertayamumlah sebagai pengganti wudhu
- Lapaskan infus sementara jika memungkinkan dan izin dokter
- Gunakan penutup tahan air jika ada dan diperbolehkan
Tayamum dengan Infus
Kapan Harus Tayamum?
Pasien dengan infus dianjurkan bertayamum jika:
- Dokter melarang infus terkena air
- Takut infus bocor atau terlepas jika terkena air
- Takut luka menjadi sembuh jika terkena air
- Tidak memungkinkan melepaskan infus untuk berwudhu
Cara Tayamum dengan Infus
Lakukan tayamum seperti biasa:
- Letakkan tangan ke tanah yang berdebu
- Usapkan ke seluruh wajah
- Letakkan lagi tangan ke tanah
- Usap tangan kiri dengan tangan kanan sampai siku
- Letakkan lagi tangan ke tanah
- Usap tangan kanan dengan tangan kiri sampai siku
Catatan:
- Bisa menggunakan dinding yang berdebu jika tidak ada tanah
- Pastikan debu menempel di tangan
Posisi Shalat dengan Infus
Berdiri dengan Infus
Jika masih mampu berdiri:
- Pindahkan tiang infus ke dekat tempat shalat
- Pastikan selang infus cukup panjang untuk gerakan
- Berhati-hatilah saat ruku’ dan sujud
- Bisa meminta bantuan keluarga untuk memindahkan tiang infus
Duduk dengan Infus
Jika lebih nyaman duduk:
- Gunakan kursi yang dekat dengan tiang infus
- Pastikan infus tidak tertarik saat bergerak
- Letakkan tangan dengan infus di posisi aman
Berbaring dengan Infus
Jika harus berbaring:
- Berbaring miring jika infus di tangan kanan, miringlah ke kiri
- Pastikan infus tidak tertekan saat berbaring
- Letakkan tangan dengan infus di posisi yang nyaman
- Bisa menggunakan tirah baring khusus jika tersedia
Ruku’ dan Sujud dengan Infus
Jika Mampu Ruku’ dan Sujud Biasa
- Pindahkan tiang infus ke tempat sujud
- Pastikan selang cukup panjang
- Berhati-hati jangan sampai infus tertarik
Jika Tidak Mampu Ruku’ dan Sujud
Jika tidak mampu melakukan ruku’ dan sujud biasa:
- Lakukan isyarat ruku’ dengan membungkuk sedikit
- Lakukan isyarat sujud dengan menunduk lebih dalam
- Baca bacaan ruku’ dan sujud seperti biasa
Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan
1. Keringanan dalam Syariat
Pasien dengan infus mendapatkan keringanan dalam beribadah. Allah SWT berfirman:
“Dan bagi orang-orang yang berat mengerjakannya, ada keringanan untuk mengganti (dengan membayar fidyah) atau memberi makan orang miskin.” (QS. Al-Baqarah: 184)
2. Jangan Dipaksakan
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah mencintai bahwa adanya rukhsah (keringanan)-Nya dilaksanakan, sebagaimana Dia membenci kemaksiatan dilakukan.”
Jangan memaksakan berdiri, ruku’, atau sujud jika:
- Menyakiti diri sendiri
- Takut infus bocor
- Takot infus terlepas
- Dokter melarang gerakan tertentu
3. Bisa Bergabung dan Meringkas Shalat
Pasien boleh menggabungkan (jama’) dan meringkas (qashar) shalat:
- Zuhur dan Ashar bisa digabung
- Maghrib dan Isya bisa digabung
- Shalat 4 rakaat dikerjakan 2 rakaat (qashar)
Rekomendasi Produk
Produk berikut dapat membantu memudahkan ibadah Anda:
* Pembelian melalui link di atas membantu operasional Afiat Indonesia
Tips Praktis
- Konsultasikan dengan dokter tentang gerakan yang diperbolehkan
- Siapkan tirah baring khusus untuk shalat
- Gunakan kursi roda jika mudah dipindahkan
- Minta bantuan keluarga untuk memindahkan infus
- Lakukan shalat tepat waktu sebaik mungkin
Doa untuk Kesembuhan
Setelah shalat, perbanyaklah doa:
“Rabbi inni massaniyadh-dhurru wa anta arhamur-rahimin. Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahla, wa anta taj’alul-hazna idza syi’ta sahla.”
Artinya: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Maha Penyayang di antara para penyayang. Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah, dan Engkau menjadikan kesedihan jika Engkau kehendaki menjadi mudah.”
Dukung Afiat Indonesia
Jika panduan ini bermanfaat, mari berbagi kebaikan dengan berinfaq untuk operasional dan penyebaran ilmu.
Berikan Infaq"Harta tidak akan berkurang karena sedekah" - HR. Muslim